Keikutsertaan Anggota KAMR MWA pada Pertemuan FKKA PTNBH Di Universitas Andalas

[BANDUNG, mwa.unpad.ac.id, 20/10/2023] – Komite Audit dan manajemen Risiko (KAMR) Majelis Wali Amanat Universitas Padjadjaran mengikuti kegiatan Rapat Forum Komunikasi Komite Audit PTNBH yang diselenggarakan Universitas Andalas bertempat di Hotel Novotel Bukit Tinggi Padang, pada tanggal 17 s.d 19 Oktober 2023.

Suasana Kegiatan Forum Komunikasi Komite Audit PTNBH diwakili delegasi
Komite Audit 7 Manajemen Risiko MWA Unpad, Prof. Dr. Harry Suharman, SE., MA., Ak., CA., CACP., CSRS. dan Dewie Pelitawati, SH., MH”, Rabu (18/10)

Kegiatan Forum Komunikasi Komite Audit PTNBH Perwakilan 21 PTNBH, merupakan kelanjutan pertemuan Forum KA para tanggal 7-8 Maret 2023 di IPB University. Pada pertemuan saat ini Tema “Mewujudkan Pendidikan Tinggi yang Akuntable, Berkualitas Global, dan Terjangkau oleh Masyarakat”.

Sesuai dengan tema yg diangkat, kami mencatat bahwa salah satu target Perguruan Tinggi adalah mencetak SDM yg handal berdampak positif dalam membangun masyarakat yang sejahtera adil dan makmur.

Perguruan Tinggi harus lebih serius untuk menyiapkan SDM menyongsong Indonesia Emas 2045, saat ini minimal 66,7% lulusannya harus terserap industri dalam satu tahun setelah kelulusan.

Diharapkan lulusan Perguruan Tinggi berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah khususnya membangun industri pertanian, peternakan mengingat kesuburan tanah negeri kita dan kebutuhan pangan yang sangat besar, selain itu stakeholders mengharapkan masukan dari FKKA agar biaya pendidikan bisa terjangkau di tengah kondisi ekonomi yang saat ini sangat menantang.

Dari sisi pengelolaan Keuangan, BPKP menyampaikan Perguruan Tinggi perlu peningkatan tatakelola Perguruan Tinggi, khususnya dalam peningkatan penerapan manajemen risiko dengan menetapkan unit pengelolaan manajemen risiko serta peningkatan peran dan kapabilitas SPI.

Agar Perguruan Tinggi akuntabel dan menjalankan prinsip pengelolaan Perguruan Tinggi yg baik atau Good University Governance dengan konsisten, KA perlu meningkatkan peranannya atas pengelolaan Keuangan yang efektif, efisien, transparant, pengawasan identifikasi dan mitigati risiko yang tepat serta pengawasan terhadap kepatuhan terhadap regulasi.

Analisis KA sangat penting agar terbentuk sistem kontrol yang akuntabel dan risiko penyelenggaraan Perguruan Tinggi bisa dikelola dan dimitigasi dengan tepat.

Unair dan UGM menyampaikan kiat-kiat dan pengalaman bagaimana kedua Perguruan Tinggi tersebut masuk dalam jajaran 5 Perguruan Tinggi bergengsi (UI, UGM, ITB, Unair, IPB) domestik dan Internasional yang diperoleh melalui akreditasi maupun pemeringkatan international. Adapun Unpad bersama ITS, Undip dan UB masuk dalam ranking 501-1000 QS WUR.

Untuk membangun reputasi selain biaya dan anggaran yang cukup, diperlukan orkrestrasi dari semua sivitas akademi agar di peroleh sistem pengajaran yang memungkinkan pengajaran dilakukan dengan fokus dan intensif, penelitian dan publikasi di jurnal yg bereputasi serta hasil paten dapat dilakukan hilirisasi dengan industri.

Pengabdian masyarakat juga harus dapat menjawab issues nasional/Internasional sesuai dengan standard yang diharapkan untuk menghasilkan lulusan yang handal, beretika untuk memenuhi kebutuhan bangsa dalam menciptakan masyarakat adil dan sejahtera.

Untuk tema terakhir yaitu “terjangkau” diperlukan kebepihakan pemerintah sebagai regulator dan Perguruan Tinggi sebagai operator penyelenggaraan pendidikan, serta masyarakat agar terdapat equality baik dalam kualitas penyelenggaraan, sebaran Perguruan Tinggi yang menjangkau setiap daerah serta sumber daya yang memadai.

Perguruan Tinggi diharapkan dapat terus meningkatkan efisiensi penyelenggaraan dengan menggunakan berbagai tools dan teknologi yang tersedia, masyarakat berkontribusi dengan berbagai initiatif untuk mendukung pengelolaan yg terjangkau.

Demikian juga Pemerintah diharapkan dapat terus mengalokasikan anggaran yg cukup untuk investasi membangun generasi emas 2045 melalui Perguruan Tinggi agar tercapai pengelolaan Perguruan Tinggi akuntabel, bereputasi global dan terjangkau.

Dari 21 PTN-BH yg menjadi anggota FKKA, Pertemuan FKKA kali ini di hadiri oleh 17 PTN-BH. Unpad diwaliki oleh Anggota KAMR-WMA Prof. Dr. Harry Suharman, SE., MA., Ak., CA., CACP., CSRS. dan Dewie Pelitawati, SH., MH.

Pertemuan Forum Komunikasi Komite Audit PTN-BH selanjutnya in sya Allah akan diselenggarakan bulan Maret 2024 dengan Tuan rumah Universitas Brawijaya, Malang.

Laporan oleh Delegasi MWA Unpad; Dewi Pelita Watie, SH., MH. (Anggota KA MWA)

Foto :
1)Delegasi MWA Unpad
2)Foto Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik UNAND
(https://www.unand.ac.id/index.php/berita/9-seputar-unand/676-forum-komite-audit-ptn-bh-2023-targetkan-perguruan-tinggi-yang-akuntabel-berkualitas-global-dan-terjangkau-oleh-masyarakat.html)