Sharing Session Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT. Garuda Indonesia.

[BANDUNG, mwa.unpad.ac.id, 21/07/2023] – Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Padjadjaran melalui Rapat Manajemen Terbatas MWA Unpad menyelenggarakan Sharing Session tentang Manajemen Risiko oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Garuda Indonesia secara daring, pada hari Kamis, 20 Juli 2023.

“Suasana Sharing Session tentang Pengelolaan Manajemen Risiko bersama
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT. Garuda Indonesia
Prof. Dr. Drs. Prasetio, Ak., CA., SH., M.Hum.” ,Kamis (20/07)

Merangkai dari arahan Ketua MWA Unpad pada Rapat Laporan Tahunan Unpad Tahun 2023, tanggal 16 Juni 2023, mengenai pentingnya keberadaan Manajemen Risiko dalam pengelolaan Universitas Padjadjaran kedepan dan komitmen MWA untuk mengawal pelaksanaan Manajemen Risiko di Universitas Padjadjaran, maka pada Rapat Manajemen Terbatas MWA ini dijadikan topik khusus.

Pada Rapat ini, dihadirkan salah satu pakar dan praktisi bidang Manajemen Risiko, Prof. Dr. Drs. Prasetio, Ak., CA., SH., M.Hum., yang saat ini sedang menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT. Garuda Indonesia.

Sebagai arahan awal pada sharing session dari Prof. Prasetio, Dr. Arief Yahya menyampaikan bahwa “ ketepatan pengambilan keputusan penting, dan perlu solusinya.” ungkapnya.

Disampaikan pula bahwa Audit Keuangan dengan Manajemen Risiko sama-sama sebagai pengendalian internal untuk melindungi kepentingan di Institusi, sementara perbedaaanya bahwa fokus Audit untuk keuangan dan dilakukan di akhir proses, sedangkan Manajemen Risiko ke sisi bisnis dan dilakukan sepanjang proses berjalan.

Prof. Prasetio, narasumber yang pernah mengenyam Pendidikan Eksekutif di Wharton University of Pennsylvania, Philadelphia; Advance Risk Management, menyampaikan paparannya dengan topik “Businness Judgment Rule (BJR); implementasi tentang Regularisasi”.

Dijelaskan bahwa dalam Businness Judgment Rule terdapat 6 terobosan ; (1) Good Faith (adanya itikad baik), (2)Best Interest : Duty of Loyaty (asas kemanfaat, Amanah, Loyal; misal ke Fakultas, ke University, bahwa keputusan yang diambil atas kepentingan terbaik, karena tidak semuanya tidak dapat diatur), (3) Prudent: Duty of Care (bahwa misal keputusan bagi University adalah terbaik untuk disiplin ilmu, dan dilakukan dengan kehati-hatian; missal tidak boros, benefit lebih efisien), (4)Menghindarkan Kerugian (memberikan prospek bagus; bahwa menghindarkan kerugian atau menghindarkan dari kerugian yang lebih besar/me- manage rugi agar lebih kecil), (5) Comply With (Kepatuhan) dengan regularisasi, dan (6)Tidak terdapat pelampauan kewenangan.

Mengenai Regularisasi, Prof. Prasetio menjelaskan bahwa regularisasi “ merupakan pengesahan persetujuan oleh Pejabat yang berwenang/Direksi atas waktu transaksi yang telah diputuskan oleh Pejabat tertentu (senior, kompeten memiliki profesinal dan individual integrity yang baik) yang tidak memiliki kewenangan atas transaksi tertentu sehingga memerlukan post fact untuk menghindarkan terjadinya pelampauan kewenangan (Ultravires).” ucapnya .

Penjelasan lanjutan disampaikan juga bahwa Pengambilan keputusan dimaksud harus dilakukan dan diambil dalam kondisi mendesak; serta Regularisasi harus menjunjung tinggi prinsip itikad baik, best interest dan kepatutan serta tidak melanggar prinsip Good Corporate Governance.

Sesi diskusi yang disediakan diisi dengan tanya jawab antara Anggota MWA, dan respon pertanyaan salah satunya disampaikan dari Dr. Hadiyanto (Ketua KPI-MWA), Drs. Kemal A. Stamboel (Ketua Komite Audit-MWA), serta Dr. Memed Sueb, MS., AK (Kepala Satuan Pengawas Internal Unpad), yang kemudian jawaban dipaparkan oleh narasumber.

Salah satu kalimat yang baik dikutip dari narasumber adalah bahwa dalam bekerja perlu melaksanakan prinsip “Tulis yang anda kerjakan, dan Kerjakan apa yang anda tulis”, karena ini mampu menjadi alat bantu dalam pengambilan keputusan. Tulisan akan bicara beberapa tahun kemudian, sehingga jika ditanya kita ingat, tidak akan mengarang. Keterampilan menulis/writing skill itu penting, diperlukan dalam pengambilan keputusan.

Laporan oleh Nurhaeni
Foto oleh Host Zoom Meeting MWA Unpad