Pertemuan dan Diskusi KNR-MWA dengan Rektor dan Jajaran Pimpinan Universitas Padjadjaran

 

Suasana Pertemuan Komite Nominasi dan Remunerasi (KNR)- MWA
dengan Rektor serta Jajaran Pimpinan Unpad
Di Ruang Rapat Serba Guna, Gedung Rektorat Lantai 3, Kampus Dipati Ukur,
Senin, 17 Oktober 2022 (Foto: Nur)

 

mwa.unpad.ac.id. (18/10) Komite Nominasi dan Remunerasi-Majelis Wali Amanat Universitas Padjadjaran menyelenggarakan pertemuan dengan Rektor dan jajaran Pimpinan Unpad, di Ruang Serba Guna, Gedung Rektorat Unpad, jalan Dipati Ukur no. 35 Bandung (17/10/2022)

Mengawali pertemuan tersebut, Wakil Ketua MWA Prof. Arry Bainus menyampaikan pengantar serta perkenalan singkat Komite Nominasi dan Remunerasi MWA sebagai komite baru di MWA, setelah Komite Audit dan Komite Pengawas Investasi. Prof. Arry menyatakan bahwa “ Tujuan/ maksud pertemuan ini mensosialisasikan satu komite baru di MWA yaitu KNR, yang banyak berkenaan dengan bagaimana Sistem Remunerasi dan Talent Management yang dilaksanakan atau implementasi di Unpad”.

Setelah penyampaian sambutan Rektor dan perkenalan jajaran pimpinan Unpad, sesi pertama dari agenda utama pertemuan disampaikan Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi, Drs. Nadjib Riphat Kesoema yang memberikan paparan tentang tugas dan fungsi KNR-MWA.

Penjelasan lanjutan disampaikan oleh Dra. Rini Lestari, Psikolog., Anggota KNR yang terkait kajian KNR terhadap Rencana Strategis (Renstra) dan RKAT Unpad tahun 2023 dan menyatakan bahwa “ Unpad mempunyai satu tujuan yang ingin dicapai, yaitu 500 World Class University, sehingga untuk itu perlu menetapkan target yang dicapai dan menjadi awarness semua pihak, Unpad juga diharapkan mengembangkan sistem remunerasi untuk performansi Unpad yang lebih baik’, ungkap Rini Lestari.

Sesi penjelasan kajian dari hasil Salary Survey oleh Willis Towers Watson yang disarankan MWA dan telah diikuti Unpad bersama 6 Perguruan Tinggi lain, disampaikan oleh anggota KNR, Imam Suhadi, S.T.  Disampaikan bahwa “ Unpad penting memahami  current stage remunerasi Unpad atau mengetahui saat ini remunerasi dimana, karena remunerasi penting untuk (1) Menarik minat orang potensial untuk masuk di Unpad (2) Memotivasi  dan (3) Meretensi, sehingga  secara umum KNR memandang bahwa perlu dikembangkan dari eksisting yang ada,” ungkap Imam Suhadi.

Hal lain disampaikan oleh Anggota KNR, Herdy R Harman, SH. yang menyatakan bahwa hasil kajian dan rekomendasi yang disampaikan KNR dapat dijadikan insight bagi Unpad dalam mendorong efektivitas pelaksanaan sistem remunerasi serta talent management di Unpad.

Drs.Nadjib Riphat Kesoema menyampaikan juga bahwa tantangan Unpad kedepan, adalah bagaimana persaingan sesama PTNBH. KNR berupaya melaksanakan amanat MWA dan berusaha mendiskusikan dengan Pimpinan Unpad dan jajarannya.

Sesi kedua dari agenda utama pertemuan adalah penyampaian paparan Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti, tentang eksisting sistem remunerasi dan talent management di Unpad serta menanggapi dari hasil kajian KNR terhadap Renstra dan RKAT Unpad, kaitannya dengan sistem remunerasi dan talent management di Unpad. Paparan penjelasan terkait Key Performance Indicator (KPI) Unpad serta bagaimana pelaksanaan monitoring capaiannya baik di Fakultas dan juga di Universitas, disampaikan oleh Direktur Riset &PKM, Prof. Rizky Abdulah.

Sesi diskusi tanggapan atas hasil kajian KNR, disampaikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran, Dekan Fakultas Peternakan serta Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, yang menjadikan diskusi hangat serta menjadi bahan diskusi lanjutan bagi KNR MWA Unpad. Sebagai feedback dari tanggapan jajaran pimpinan Unpad tersebut, disampaikan langsung oleh Anggota KNR; Rini Lestari, Herdy R. Harman serta Imam Suhadi.

Kalimat penutup dari Rektor Unpad, disampaikan bahwa apa yang dijelaskan KNR menjadi pencerahan yang berarti sekali bagi Unpad, “ karena kita mempunyai  mimpi sama, dan keyakinan Unpad bahwa kesejahteraan naik asal produktifitas- pun meningkat, sehingga tantangannya adalah me-manage produktifitas”, pungkasnya.

Sementara sebagai Penutup akhir pertemuan dari MWA, disampaikan Prof. Arry Bainus,  highlight dari pertemuan ini adalah bahwa “mimpi kita sama, ingin mencapai 500 WCU di tahun 2024, dapat sejajar dengan PTNBH lain yang telah mencapainya, dan diskusi pertemuan KNR dan Rektorat ini  merupakan diskusi untuk membangun persepsi yang sama”, pungkas Prof. Arry Bainus.

(nur*)

 

Laporan

 

Nurhaeni/ Sekretariat MWA